Cita-cita baru


Aku pernah berbicara mengenai cita-cita di dunia bersama istriku, mendiskusikan, dan menerawang ulang ke masa lalu tentang apa yang pernah kami cita-citakan.

Dan kesimpulan dari diskusi itu sederhana, kami sama-sama memimiliki cita-cita, yang walaupun kenyataannya, cita-cita tersebut tidaklah tercapai semuanya, bahkan bisa disebut hanya sebagai khayalan belaka.

Sewaktu kecil, kebanyakan anak-anak mungkin di antara kita, mempunyai cita-cita hanya terbatas pada profesi saja, menjadi dokter, insyinyur, pilot, bahkan presiden. Namun pada kenyataannya tak semua yang kita cita-citakan sesuai dengan kenyataan, bahkan tidak berhubungan sama sekali.

Kenapa anak-anak cenderung bercita-cita hanya pada profesi itu-itu saja. Salah satu sebabnya adalah orang tua. Pemahaman orang tua kepada anaknya yang cenderung menginginkan anaknya sekedar memiliki pekerjaan, memiliki aktifitas yang secara kasat bisa disebut jenisnya.

Belum terlambat untuk membuat cita-cita baru dalam hidup ini. Mari bercita-cita, berharap dan berusaha untuk kehidupan esok yang lebih baik.

 

at my desk.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s