Pengalaman Diklat Pengelolaan Pinjaman Hibah Luar Negeri di Makassar


Kembali lagi ke blog ini yang sudah lama sekali ditinggalkan.

Sejak mutasi kerja dari Kota Pekanbaru Provinsi Riay ke Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, saya mungkin agak terlena oleh rutinitas kerja di tempat yang baru yang boleh dibilang “santai” tidak sewaktu di Kota Pekanbaru.

Baiklah, sebagai seorang PNS, tulisan kali ini terkait pengalaman sewaktu mengikuti DTSS atau Diklat Teknis Subtantif Spesialisasi yang cukup kita sebut Diklat saja. Pada awal bulan Januari 2015 saya mendapat Surat Tugas untuk mengikuti Diklat Pengelolaan Pinjaman Hibah Luar Negeri tanggal 16 s.d 20 Maret 2015 di Balai Diklat Keuangan Makassar Sulawesi Selatan.

Seteleh berkeluarga, sebenarnya saya agak enggan ke luar kota karena harus meninggalkan keluarga, namun karena ini tugas negara, bismillah saja. Seminggu sebelum diadakan diklat saya membeli tiket Garuda untuk tanggal 15 Maret 2015, dikarenakan Balai Diklat mengharuskan registrasi sebelum diklat dimulai.

Tanggal 15 Maret 2015 sore, berangkat melalui Bandara Internasional Lombok di Praya (Lombok Tengah), bersama beberapa orang rekan yang akan mengikuti kegiatan yang sama dari kantor berbeda, ada yang dari Kota Mataram 3 orang (1 dari kantor pelayanan, 2 dari kantor wilayan) dan 1 dari Bima (kantor pelayanan) kami take off sekitar jam 18.00 WITA dan setelah melalui 2 jam di udara akhirnya sampai di Bandara Sultan Hasanuddin di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebenarnya saya pernah ke Kota Makassar sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu, Kota ini selalu saya singgahi ketika ingin pulang sewaktu masih kerja di Sulawesi Tenggara. Mungkin ada beberapa ingatan tentang kota ini yang masih terlintas di pikiran. Dijemput oleh rekan seangkatan sewaktu masih kuliah dulu di Bandara Sultan Hasanuddin, kami melaju masuk ke Kota Makassar langsung ke lokasi Balai Diklat Keuangan Makassar di Jl Urip Sumoharjo km. 4 (kalau saya tidak salah) yang kebetulan dalam satu area dengan Gedung Keuangan Negara Makassar.

Kegiatan sewaktu mengikuti Diklat cukup saya nikmati, saya bisa bertemu dengan rekan lama (seangkatan) 5 orang, yang pernah satu kos-kosan 2 orang, yang pernah bertemu sewaktu diklat yang lain, yang pernah sekantor, dan rekan-rekan baru yang menambah keluasan perbendaharaan nama untuk di ingat di kepala yang mungkin entah suatu ketika akan bertemu kembali di tempat lain. Dan ada satu lagi, senior yang pernah satu kantor yang dulu pindah ke Direktorat Jendral Anggaran kini sudah beralih menjadi widyaiswara Kementerian Keuangan di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan. Yang ingin bersilaturrahim dengan beliau bisa langsung ke blognya Mas Soderi.

Diklat yang saya ikuti kali ini, cukup menarik yang salah satu disebabkan keragaman pengajarnya, ada yang sudah senior sekali mungkin usianya 70 tahun, dan yang lain mungkin masih sekitar 50 – 60 th jika ditebak dari sisi usianya. Namun yang berkesan ada dua orang pengajar, yang pertama pak Amanuddin Djajawidjaja yang suaranya subhanallah masih seperti anak muda padahal usia sudah tidak muda lagi, dan beliau sangat bersemangat. Dan yang kedua dari Pak Alfiker Siringoringo, beliau adalah Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Selatan yang memberikan semangat untuk terus bekerja dengan giat dengan niat ibadah.

Materi Diklat sesuai dengan namanya berputar pada materi Pinjaman dan Hibah yang berasal dari Luar Negeri (PHLN), bagaimana perencanaan PHLN, proses negosiasinya hingga tercapai kesepahaman dengan pihak yang memberikan pinjaman/hibah, kemdudian proses pencairan PHLN dari pemberi Pinajam/Hibah, proses penyalurannya kepada pihak penerima pinjaman/hibah. Jika dipikir, materi-materi Diklat mungkin tidak telalu relevan dengan kondisi sekarang, dimana proses bisnis penyaluran dana yang bersumber dari PHLN sudah berubah menjedi sedemikian gampangnya di KPPN, tidak seperti dulu lagi. Tapi sekali lagi, ilmu-ilmu yang di dapat semoga berguna jikapun tidak bisa diterapkan sepenuhnya, menjadi ilmu yang menambah wawasan.

Catan akhir : Terlepas dari pro dan kontra Pinjaman Luar Negeri yang ada di masyarakat, semoga Pemerintahan periode pak Jokowi dan JK sekarang bisa mengurangi rasio Pinjaman, dan bisa memanfaatkan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat demi Indonesia Tercinta. dan untuk mengetahui lebih banya tentang Pinjaman/ Hibah Luar Negeri bisa langsung ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiyaan dan Resiko Kementerian Keuangan

Itu saja kali ini, sampai jumpa di posting yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s