Sinopsis Film 125 Years Memory (海難1890 Kainan 1890)


Sebenarnya pengen nonton film ini, tapi masih ketemu bisa dapat dimana. Sebelum nonton, dari situs filmnya http://www.kainan1890.jp/en/ saya mencoba mengambil sinopsip film ini.

Film Drama Tahun 2015 Di surtadarai oleh Mitsutoshi Tanaka (ja) dan ditulis Eriko Komatsu (ja). Sebuah film produksi bersama antaran Jepang dan Turki, Film ini dirilis di Jepang oleh Toei pada 5 December 2015 dan  di Turki oleh Mars pada 25 December 2015. Menjadi salah satu nominasi pada 39th Japan Academy Prize, Memenangkan penghargaan untuk Best Art Direction and Best Sound Recording.

Trailer

Di ambil dari kisah nyata,

Pada tahun 1890, Kebaikan Dr. Tamura’s dalam merawat pasiennya membuatnya mendapatkan kepercayaan masyarakat Kashino, sebuah desa miskin di Pulau Kii-Oshima, Prefektur Wakayama (sekarang adalah bagian dari Kotamadya Kushimoto). Haru yang menjadi asistennya masih berdiam diri setelah mengalami shok tunanggannya hilang ketika tenggelam .

Pada Bulan September Tahun 1890, kapal Kekhalifahan Usmani Ertuğrul, sedang dalam perjalanan pulang setelah membalas kunjungan kehormatan Kekaisaran Jepang, kandas terkena badai yang menghancurkannya diperairan Pasifik dekat Tanjung Kashino. Mendengar bunyi peringatan bahwa Kapal Ertuğrul  sedang kesusahan penduduk desa segera berlarian ke pantai yang kemudian dihadapkan dengan tontonan mengerikan dari mayat yang bergelimpangan and manusia yang sedang sekarat. Penduduk desa kemudian menyelamatkan yang bisa di selamatkan, sementara Tamura and Haru merewat orang-orang yang terluka.

Mustafa, 2nd Engineering Officer berhenti bernafas tetapi Haru mencoba segala cara untuk mengobatinya. Keesokan harinya, ternyata ada 69 kru kapal selamat dari 618 kru Kapal Ertuğrul. Merasa bersalah bahwa dia telah diselamatkan sementara banyak yang lain tidak, Mustafa mengamuk membuang barang-barang tak berguna. Tamura, satu-satunya penduduk desa yang bisa berbasa Inggris, menanggung beban kemarahan Mustafa, dan akhirnya menunjukkan kepadanya bagaimana penduduk desa dengan hati-hati membersihkan dan memoles barang-barang pribadi mereka yang telah diselamatkan dari kecelakaan sehingga Mustafa dapat membawa mereka kembali kepada keluarganya. Mustafa sangat tersentuh oleh kebaikan penduduk Jepang yang dilihatnya.

125 Tahun kemudian

Tahun 1985, selamat perang Irak-Iran, seorang pejabat Kedutaan Turki di Iran yang bernama Murat menemui  Harumi, seorang guru di Sekolah Jepang di Iran, dalam sebuah serangan bom di Teheran. Saddam Hussein, pemimpin Irak waktu itu, mendeklarasikan bahwa dalam 48 jam angkatan udara Irak akan menembak jatuh semua pesawat terbang di atas udara Iran. Duta Besar Jepang untuk Iran Nomura meminta penerbangan penyelamat dari Jepang, tetapi respon yang cepat tidaklah memungkinkan saat itu. Sementara pesawat penyelamat dari berbagai negara datang, hanya orang-orang Jepang yang masih tertahan. Kimura, seorang insinyur otomotif yang bekerja di Teheran, telah menyerah untuk menyelamatkan diri dan keluarganya. Harumi, sangat ingin menyelamatkan murid-muridnya kemudian membujuk Nomura untuk meminta Duta Besar Turki agar di izinkan naik pesawat Turki. Ozal, Perdana Menteri Turki waktu itu setuju, meskipun bandara di Teheran dipenuhi oleh bukan hanya warga Jepang yang ingin pulang melainkan warga Turki juga masih tertahan. Kimura dan warga Jepang lainnya telah melakukan semuanya, namun ketika hampir menyerah berusaha, Murat mulai berbicara tentang kebaikan penduduk Jepang yang pernah diperlihatkan kepada Turki 125 tahun yang lampau ketika pelaut Turki terdampar di wilayah Jepang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s